Terlihat Kurus dan Pucat, Potret Ferdy Sambo di Sidang Kode Etik Jadi Sorotan

Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J, mantan Kadiv Propam Irjen Pol. Ferdy Sambo akhirnya muncul di hadapan publik.

Sejak pukul 07.30 WIB, Ferdy Sambo diketahui sudah berada di ruang sidang KKEP Gedung TNCC Lantai 1.

Mabes Polri pun terlihat dijaga ketat oleh petugas Brimob dan Provost Polri.

Dalam gelaran sidang kode etik ini, pihak Kepolisian tak hanya menghadirkan Ferdy Sambo, namun juga sejumlah saksi dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

 

 

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo.

Tujuan dihadirkannya saksi-saksi tersebut untuk membuat Polri lebih mendalami peran Ferdy Sambo dalam insiden penembakan Brigadir J.

“Nanti juga menghadirkan beberapa saksi untuk mendalami peran dari Irjen Pol. FS terkait dengan peristiwa pidana di Duren Tiga,” katanya.

Diketahui, sejumlah saksi itu diantaranya adalah Brigjen Pol. Hendra Kurniawan (mantan Karopaminal), Brigjen Pol. Benny Ali (mantan Karoprovost), Kombes Pol. Budhi Herdi (Kapolres Jakarta Selatan nonaktif).

Kombes Pol. Agus Nurpatria (mantan Kaden A Biro Paminal), dan Kombes Susanto (mantan Kabag Gakkum Roprovost Divpropam).

Kelimanya juga telah hadir di ruang sidang Kode Etik Profesi Polri (KEPP) Gedung Transnational Crime Center (TNCC) Mabes Polri pada pukul 07.30 WIB.

“Saksi-saksi tersebut akan dihadirkan sebagai saksi sekaligus didalami oleh sidang Komisi Kode Etik Polri apa dilakukan oleh Irjen Pol. FS,” ujarnya.

Dari pantauan Pikiran-Rakyat.com dari kanal YouTube Polri Tv, Ferdy Sambo terlihat berpakaian seragam lengkap.

 

 

Berbeda dengan seragam yang biasanya dipakai Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam itu tampak menanggalkan semua atribut seperti lencana hingga tanda jasa.

Wajah Ferdy Sambo juga terlihat lebih lesu dan pucat, bahkan Ferdy Sambo disebut-sebut jauh lebih kurus dari biasanya.

“Mukanya pucat banget, takut ketahuan,” ujar netizen di kolom komentar.

“Tidak layak, pecat secara tidak hormat,” sambung netizen lainnya.***