Bukan Gila, LPSK Jelaskan Kondisi Putri yang Sesungguhnya: Harus Berobat, Bahaya!

Putri Candrawathi alias istri Ferdy Sambo telah ditetapkan oleh tim khusus Polri sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J.

Setelah menjalani sejumlah pemeriksaan, Putri pun diketahui turut terlibat dalam insiden penembakan yang membuat Brigadir J meregang nyawa.

Namun, seperti yang diketahui, pemeriksaan terhadap Putri ini sebelumnya terbilang cukup alot. Pasalnya, ia sempat tak mau mengeluarkan keterangan sepatah katapun.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu.

Sebagai informasi, LPSK sendiri merupakan salah satu lembaga yang turut memintai keterangan Putri sebagai tindak lanjut dari pengajuan permohonan perlindungan yang pernah diajukan oleh perempuan berambut pendek itu.

“Ada metode-metode yang sudah disiapkan dari yang wawancara, dari yang tertulis dan segala macem ya, tidak ada yang direspon,” katanya, Sabtu, 20 Juli 2022.

Baca Juga: Rencana Kapolri Babat Habis Oknum Judi Online di Tubuh Polri Disambut Masam, Warganet: yang Bener Ndan?

Edwin mengatakan bahwa selama menjalani proses pemeriksaan di LPSK, Putri hanya menyebut sepatah kata saja.

“Ditanya ga jawab, disuruh nulis gamau kan gitu loh yang sempat terucap..malu mbak malu,” ujarnya.

Padahal, pemeriksaan itu dilakukan secara baik-baik. Namun, tetap saja Putri tak menggubrisnya.

Baca Juga: Viral! Imbas Pencuri Bermobil Mercy, Minimarket Produk Cokelat Diganti Jadi Gambar Dummy

“Tapi kan ini kan psikolog dan psikiater kami memang berpengalaman ya, artinya mereka coba berkomunikasi baik-baik,” ucapnya.

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, Edwin pun mengatakan bahwa Putri membutuhkan pemulihan mental.

“Jadi menurut psikiater dan psikolog kami, terlepas dari apa backgorundnya…mengalami insiden trauma , tapi ibu PC ini memang membutuhkan pemulihan mental,” katanya.

Namun, Edwin menepis kabar jika Putri dinyatakan gila. Ia hanya berujar bahwa istri Ferdy Sambo itu memiliki masalah gangguan jiwa.

“Ya bukan, gangguan kejiwaan itu kan bisa bukan hanya orang gila ya, orang stress semua kan gangguan kejiwaan kan gitu loh. Maksudnya, jangan kemudian Bahasa gangguan kejiwaan disamakan gila, nah itu keliru,” ujarnya.

Oleh karena itu, Edwin pun meminta Putri untuk melakukan pengobatan ke psikiater. Pasalnya, jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut, maka akan membahayakan.

“Menurut psikiater kami kalau tidak dilakukan itu berbahaya,” ucapnya.

“Tapi untuk kebaikan ibu PC, ibu PC harus berobat, berobat maksudnya ke psikiater untuk mendapatkan obat dan segala macam, untuk mendapatkan terapi,” tutur Edwin, melanjutkan penjelasan.

Meski demikian, Edwin tak mengetahui pasti apa yang menjadi penyebab Putri mengalami kondisi gangguan seperti saat ini.

“Tetapi, apa yang menyebabkan stress, trauma, depresinya kami ga tahu,” katanya.

Sebagai informasi, Putri terbukti terlibat dalam insiden kematian Brigadir J. Hal itu berdasarkan bukti rekaman CCTV yang telah diperiksa oleh tim penyidik.

Penetapan status tersangka pada Putri ini membuatnya terjerat Pasal 340 subsider 338, juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP soal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal yaitu hukuman mati.***