Habis Rp 300 Juta, 46 Calon Jemaah Haji Furoda Ditolak Arab Saudi

Berita tak sedap datang dari 46 calon jemaah haji furoda. Mereka dipulangkan dari Arab Saudi karena ditolak masuk.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Hilman Latief, mengatakan 46 calon haji furoda tersebut menggunakan visa tidak resmi sehingga tertahan di Bandara Internasional King Abdul Azis, Jeddah.

“Ada jemaah yang kemarin sempat terdampar di Jeddah, kondisinya sehat-sehat mereka sudah kembali ke Indonesia,” ungkap Himan, dikutip dari Antara, Minggu (3/7).

Menurut Hilman, 46 calon haji itu mengenakan pakaian ihram. Namun, mereka berangkat ke Arab Saudi tidak melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), travel yang biasa memberangkatkan jemaah haji khusus.

“Dokumen juga tidak seperti disyaratkan Pemerintah Arab Saudi. Tentu saja karena tidak gunakan PIHK yang resmi maka mereka tidak lapor, ini sayang sekali,” kata Hilman.

Seluruh 46 calon haji furoda yang ditolak Saudi itu sebelumnya menumpang pesawat Garuda Indonesia dan tiba di Jeddah pada Kamis (30/6) pukul 23.20 waktu Arab Saudi.

Perusahaan yang memberangkatkan jamaah furoda (non-kuota) tidak resmi itu adalah PT Alfatih Indonesia Travel. Perusahaan ini beralamat di Bandung, Jawa Barat, dan tidak terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag).

Sejumlah jamaah mengaku telah mengeluarkan biaya antara Rp200 juta hingga Rp300 juta agar bisa berangkat haji dengan jalur tanpa antre bertahun-tahun itu.

Puluhan jemaah gagal masuk ke Arab Saudi karena identitas mereka tidak terdeteksi. Bahkan, visa 46 jemaah itu tertulis bukan dari Indonesia, melainkan dari Singapura dan Malaysia.

Beberapa jemaah mengatakan telah mengeluarkan biaya sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta untuk bisa berangkat haji dengan jalur tanpa antre berbulan-bulan.

Salah satu jemaah bernama Wanto mengatakan bahwa ia mendapatkan tawaran haji furoda sejak akhir Mei 2022 lalu. Ia dan puluhan jemaah lain dikumpulkan di sebuah hotel dekat Bandara Soekarno Hatta untuk persiapan keberangkatan sejak 25 Juni 2022.

Hanya saja, keberangkatan selalu mundur karena beberapa persoalan. Salah satunya masalah visa.

Sejumlah jemaah sempat diberangkatkan melalui jalur Bangkok-Oman-Riyadh, tetapi mereka dideportasi ke Jakarta saat di Bangkok karena persoalan dokumen.

Pimpinan perjalanan dari Alfatih Indonesia Trabel Ropodin mengatakan pihaknya memang berupaya masuk Arab Saudi dengan memanfaatkan visa furoda dari Singapura dan Malaysia.

Hal ini sudah dilakukan sejak 2014 lalu. Namun, perusahaan sempat tersandung kasus jemaah tertahan di Filipina saat pulang ke Indonesia karena ketahuan menggunakan visa asing pada 2015.

“Sejak dari Indonesia saya sebenarnya sudah ada keraguan. Tapi ini kami coba karena visa dari Indonesia tak kunjung terbit,” ucap Ropidin.

Sementara, Kepala Seksi PIHK Daker Bandara Zaenal Abidin menambahkan bahwa apa yang dilakukan Alfatih Indonesia Travel telah menyalahi aturan.

 

Berangkat haji terbagi menjadi 3 cara :

1. Haji Reguler
Daftar melalui Kemenag, dengan membayar uang muka sekitar 25-30 juta/orang. Biayanya lebih murah. Karena separuhnya akan di subsidi dari optimalisasi dana haji, dana efisiensi dan sebagian APBN/APBD jika dibutuhkan. Setelah daftar, Nanti akan dapat nomer seat, dengan waktu tunggu 10-45 tahun. Bahkan untuk Jakarta, waktu tunggu nya 65 tahun.

Lama?
Tenang, masih ada Malaysia. Disana, waktu tunggunya adalah 120 tahun 🙈.

2. Haji Plus.
Ini adalah Haji percepatan. Menggunakan kuota resmi dari pemerintah, seperti Haji reguler. Tapi waktu tunggu nya lebih singkat, sekitar 6-7 tahun. Biayanya sekitar USD 9.000. Nah, hitung sendiri tuh berapa jika dirupiahkan.

Saat mendaftar, bayar 50% dari total biaya untuk mendapatkan nomer seat keberangkatan. Saat mau berangkat, barulah dilunasi.

Kenapa mahal?
Karena biaya visanya 4x lebih mahal dibanding visa haji reguler biasa. Fasilitas penginapan dan makannya pun beda. Hotelnya berada dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Di Mina pun, hotelnya berbeda dengan Haji Reguler. Tapi waktunya lebih singkat, hanya 25 hari.

3. Haji Furoda.
Ini adalah Haji Istimewa, karena pakai jalur undangan langsung dari Kerajaan Arab Saudi. Tidak pakai kuota pemerintah.
No antri club. No tunggu club. Punya uang sekarang, berangkatnya pun tahun ini juga.

Biayanya sekitar USD 15.500 – 16.000. Kisaran 250- 300 juta.

Karena jalur Undangan, maka sangat bergantung pada jumlah undangan yang dikeluarkan oleh pemerintah Saudi di tahun itu.

Makanya, urusan Visa menjadi hal yang sangat mendebarkan dalam proses Haji Furoda. Karena diterbitkannya di last minute.

Ada beberapa kali kisah tentang Jamaah Furoda yang tertolak masuk ke Arab Saudi, karena visa mereka bermasalah. Termasuk kisah di tahun ini, ada 46 jamaah Indonesia yang tertolak, padahal sudah sampai di bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Mereka diberangkatkan oleh travel yang tidak terdaftar resmi di Kementrian Agama, sehingga data jamaah nya tidak sinkron dengan yang terlapor di Kerajaan Saudi.

Karena mereka mengantongi visa Malaysia dan Singapura, dan bukannya Indonesia.

Besar kemungkinan, kuota undangan untuk Indonesia sudah habis, makanya travel mengalihkan ke jalur Undangan yang didapat oleh Malaysia dan Singapura.

Begitulah Haji.

Yang berangkat bukanlah yang punya duit, tapi yang Allah izinkan.

Memang lebih amannya, berangkat via Haji Plus. Kuotanya resmi, dan waktu tunggu singkat.

Biaya daftar nya sekitar 67 juta/orang + biaya admin 5 juta.

Bisa?

InsyaAllah, bisa !!!!