Warung Bakso di Magelang Ditutup Permanen oleh Satpol PP, Karena Tidak Sanggup Bayar Pajak

Warung Makan Bakso Balungan Pak Granat di Mungkid Magelang ditutup permanen oleh Satpol PP dan BPPKAD Kabupaten Magelang, kemarin (22/3/2022). Oleh karena itu, owner warung makan tersebut mengucapkan pamit dari Kabupaten Magelang.

Melalui rils yang diterima Borubudurnews.com, owner Bakso Balungan Pak Granat yakni Arif Budi Sulistiyono memberikan sejumlah tanggapan. Terdapat lima point yang diberikannya terkait penutupan usahanya di Jalan Jogja-Magelang, Mungkid Kabupaten Magelang (22/3/2022).

Arif mengaku pernyataan pihaknya tidak mau membayar pajak tidaklah benar. “Menanggapi pernyataan bahwa kami tidak bersedia membayar pajak adalah kurang tepat,” katanya pada point tanggapan pertama.

Kedua, Arif menyebutkan pihaknya sudah bersurat ke BPPKAD untuk tetap membayar pajak.

“Kami sudah menyampaikan secara langsung dan mengirimkan surat ke Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Magelang . Bahwa kami bersedia membayar pajak sesuai dengan kemampuan kami saat ini sejumlah Rp.1.800.000,‐ tiap bulan. Namun hal tersebut tidak dapat diterima oleh dinas terkait,” paparnya.

Kemudian pada point ketiga, Arif menyampaikan pihaknya juga sudah konsultasi. “Kami sudah berusaha melakukan konsultasi dengan beberapa dinas terkait; agar kami bisa tetap membuka tempat usaha di kabupaten magelang; dan memenuhi kewajiban pajak secara bertahap, namun sampai dengan saat ini belum menemukan titik temu,” ujarnya.

Lalu terkait penetapan besaran pajak dalam kondisi saat ini, Arif mengaku berat. “Pengenaan pajak 10% dari omzet dirasa cukup berat pada kondisi saat ini dikarenakan harga bahan baku yang melejit naik dan daya beli masyarakat yang belum stabil,” katanya pada point keempat.

Dan terakhir, Ia mengaku pamit dari usaha di Kabupaten Magelang. “Oleh karena itu kami pamit dari kabupaten Magelang dan berharap penegakan aturan dilakukan secara konsisten dan tidak tebang pilih,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kasi Penindakan Satpol PP, Dolut Tuge menjelaskan bahwa, sebelumnya telah dilakukan pembinaan secara persuasif dengan teguran dan musyawarah kepada pemilik Rumah Makan Bakso Balungan Pak Granat Mungkid, sebagai wajib pajak.

Namun demikian, upaya tersebut tetap tidak membuahkan titik temu. Pemilik Rumah Makan Bakso Balungan Pak Granat tetap bersikeras menolak pemasangan alat Tapping Box (alat perekam transaksi).

“Sebelumnya kita sudah memberikan pembinaan dan musyawarah, tetapi pemilik tetap menolak memasang Tapping box sehingga akhirnya rumah makan ditutup sementara. Kemudian masuk 30 hari, sebelumnya tanggal 18 Maret 2022 lalu, yang bersangkutan kita panggil ke Satpol PP untuk musyawarah kembali agar mau memasang Tapping box sesuai aturan Perbup Nomor 44 Tahun 2021 dan kemudian membayar pajak,” beber, Dolut.

Alih-alih berubah pikiran dan setuju untuk dipasang alat Tapping Box, pemilik rumah makan malah mengiyakan saat rumah makannya akan di tutup secara permanen oleh petugas gabungan.

“Sampai terakhir pun pemilik tetap menolak untuk dipasang Tapping Box, dan merelakan ditutup secara permanen,” terangnya.

Sementara, Sekretaris BPPKAD Kabupaten Magelang, Farnia Berliani menambahkan bahwa, selama ini Rumah Makan Bakso Balungan Pak Granat juga tidak memiliki izin. Kemudian dengan adanya Perbup konfirmasi status wajib pajak, bahwa untuk setiap perizinan harus berhubungan dengan perpajakannya.

“Jadi memang di dalam sistem ini juga merupakan permintaan dari KPK bahwa ketika suatu usaha belum memenuhi ketentuan perpajakannya, maka izin usahanya juga belum bisa diproses,” kata, Farnia. (bsn)