Belum Selesai Investigasi, Ibu Tangmo Sudah Minta Uang Kompensasi Rp 13 M dan Maafkan Sahabatnya

Kasus meninggalnya artis Thailand Tangmo Nida ramai menjadi perbincangan warganet.

Mengapa tidak, artis berusia 37 tahun tersebut ditemukan meninggal dunia secara tragis.

Dikabarkan Tangmo meninggal karena terjatuh di sungai Chao Phraya dekat Pibul 1 pier di Muang wilayah Nonthaburi pada pukul 10.40 pm, Kamis (24/2/2022).

Setelah dua hari dinyatakan hilang, tubuh Tangmo akhirnya ditemukan mengambang pada Sabtu, (26/2/2022) pukul 01.00 pm.

Belum selesai investigasi kematian anaknya, ibunda Tangmo memberikan sebuah pernyataan mengejutkan.

Publik bahkan merasa tak percaya atas pernyataan yang dilontarkan sang ibu kandung tersebut.

Ibunda Tangmo Nida mengungkap akan memaafkan dua pria yang menemani putrinya di speedboat malam itu, dan menyebut sejumlah uang untuk kompensasi.

Melansir Hone Krasae di Tv Channel 3 via kompas.com, Panida Siriyuthayothin, ibunda Tangmo, membeberkan akan memaafkan Tanupat ‘Por’ Lerttaweewit, pemilik speedboat, dan Phaiboon ‘Robert’ Trikanjananun, pengemudi kapal di malam putrinya jatuh, Kamis (24/2/2022).

Panida mengaku jika dirinya telah dihubungi oleh Por keesokan harinya yang meminta untuk dimaafkan.

Selain itu, Por pun meminta Panida untuk bertemu dan meminta maaf secara langsung.

Semula Panida merasa marah karena Por terus menghubunginya, namun Por meminta maaf dan berjanji untuk menjaganya.

“Dia berjanji untuk menjaga saya sebaik yang dilakukan (Tang)Mo. Saya memaafkan dia karena dia terus mencoba menghubungi saya dan dia tahu saya terluka,” ujarnya seperti dikutip dari Bangkok Post via Kompas.com.

Panida juga mengaku akan menerima sejumlah uang kompensasi dari Por.

Sebab, Por berjanji akan memberi nominal uang yang telah dia hitung jumlahnya.

“Katakan jika Mo menghasilkan 1 juta Baht (Rp 439 juta) dari serial TV. Jika dia hidup lebih dari 30 tahun saya bisa mengalikan jumlah itu dengan 30 (30 tahun x 1 Baht),” ungkap Panida.

Lebih lanjut, ia menambahkan soal pendapatan dari sesi foto sebagai model.

Bukan hanya Por yang dimaafkan oleh Panida, Robert yang mengemudi kapal saat anaknya meninggal itu pun dimaafkan.

Ini karena Robert yang selalu menemani Por saat menemuinya.

Pernyataan ibu kandung dari Tangmo Nida ini pun membuat banyak publik terkaget.

Publik menilai, sang ibunda lebih memedulikan uang daripada mengungkap kematian anaknya.

Meskipun menyebut sejumlah nominal, Panita tetap membantah pengampunannya itu diberikan karena adanya uang kompensasi yang diterima.

Sementara itu, Panida tetap bersikukuh tak akan memaafkan sang manajer Tangmo, Idsarin ‘Gatick’ Juthasuksawat.

Hal ini lantaran Gatick tidak langsung menghubunginya tentang kematian Tangmo sampai tiga hari setelah kejadian.

Bahkan Panida menuding jika Gatick adalah penyebab putrinya meninggal dunia.