Simak Cara Hindari Rambut Rontok, Salah Satunya Kebiasaan saat Mandi

Kerontokan adalah sebuah topik sensitif terutama bagi seorang wanita.

Rambut menjadi aset berharga sebagai jati diri di sebagian besar hidup seseorang.

Menipisnya rambut atau rontok menjadi masalah yang kerap kali dirasakan, terutama mereka yang telah bertambah usia.

Seiring bertambahnya usia, rumbut menipis mungkin tampaknya tak bisa dihindarkan, tetapi kabar baiknya itu bisa dikendalikan.

Meskipun faktor-faktor seperti genetika berperan, ada beberapa hal yang dapat Anda ubah seperti pola makan, tingkat stres, dan bahkan cara mandi juga berpengaruh.

Dikutip dari laman Best Life Online, berikut hal-hal yang bisa Anda hindari agar tak ada lagi rambut yang rontok.

1. Keramas dengan air hangat

Rambut yang rontok sering kali ditemukan di area kamar mandi, terutama di saluran pembuangannya.

Menurut American Academy of Dermatologists (AAD), kehilangan antara 50 hingga 100 helai sepanjang hari adalah hal yang normal.

Namun, menggunakan air panas untuk mencuci rambut memiliki kemungkinan meningkatnya angka-angka kerontokan rambut.

Menggunakan air panas saat keramas ternyata bsia melemahkan helai rambut Anda, menciptakan lebih banyak rambut rontok dari waktu ke waktu.

Air panas dapat merusak protein keratin di rambut dan menghilangkan minyak alami pada kulit kepala yang akan membuat rambut terasa sangat kering dan lemah sehingga menyebabkan kerusakan,” kata penata rambut selebriti Mark Townsend, direktur kreatif untuk Collective Laboratories.

“Air panas membuka lapisan kutikula rambut, menyebabkan hilangnya kelembapan dan kerapuhan,” ujarnya lagi.

Semua faktor ini dapat berkontribusi pada kerontokan rambut.

2. Biasakan membilas rambut sehabis keramas dengan air hangat

Mandi air panas dan beruap mungkin bisa memberikan efek menenangkan, tetapi tidak cukup baik untuk kesehatan rambut Anda.

 

Sebaiknya saat keramas, bilas rambut Anda dengan air yang tidak terlalu panas, bahkan sebaiknya dingin.

“Air hangat atau suam-suam kuku sangat ideal untuk mencuci rambut karena air ini cukup hangat untuk membantu mencairkan minyak alami di kulit kepala tanpa mengupas dan mengeringkan kulit kepala, rambut, dan kulit secara berlebihan seperti air yang sangat panas,” kata Townsend.

“Saat membilas, sebaiknya gunakan air dingin karena itu membantu menyegel lapisan kutikula rambut, menjaga kelembapannya untuk mencegah kerusakan,” tuturnya lagi.

3. Alat penata rambut

Bukan keramas dengan air panas saja, menggunakan ala-alat penata rambut yang memberikan efek panas juga bisa menimbulkan masalah.

“Menggunakan alat penata rambut panas pada rambut basah setelah mandi juga dapat menyebabkan kerusakan dan kerusakan, karena ‘pengeringan kilat’ ini pada dasarnya merebus residu air di dalam rambut Anda,” kata Dominic Burg , PhD, kepala ilmuwan, ahli biologi rambut, ahli mikrobiologi, dan ahli trikologi untuk evolis Professional.

Hairdryer, catokan bisa menjadi masalah serius bagi kesehatan rambut.

Alat-alat dengan panas berlebihan, bisa mengeringkah rambut, dan membuat kerusakan sehingga kerontokan tak bisa dihindarkan.***