Akhirnya Venna Melinda Bicara Soal Perut Buncitnya, Verrell Bramasta: Gak Apa-apa Kalo Hamil

Venna Melinda buka suara soal perut buncitnya kala foto prewedding dengan Ferry Irawan.

Benarkah ibu Verrel Bramasta sudah hamil?

Ini kata putra sulungnya jika Venna Melinda benar-benar hamil.

Diketahui, baru-baru ini, Verrell Bramasta bertemu dengan Venna Melinda dan Ferry Irawan.

Kakak Athalla Naufal itu mengaku telah merestui pernikahan Venna Melinda dan Ferry Irawan.

Dalam pertemuan itu, Venna Melinda juga bicara soal perut buncitnya kala foto prewedding yang memunculkan isu hamil.

Hal ini seperti dikutip dari kanal YouTube VRL Bramasta pada 1 Februari 2022.

Verrell Bramasta pun membagikan momen kebersamaannya dengan Venna Melinda, Ferry Irawan, dan keluarganya.

Dalam tayangan itu, Ferry Irawan terlihat akrab dengan Verrell Bramasta.

Nah, kala itu, Venna Melinda juga menceritakan tentang permintaan Vania yang ingin memiliki adik dan menyuruhnya agar segera hamil.

Rupanya, Verrell Bramasta pun mendukung kalau Venna Melinda hamil.

“Nggak apa-apa juga sih kalo hamil,” ucapnya.

Venna mengaku, Vania ingin memiliki seorang adik perempuan yang diberi nama Bellatina.

“Mau punya adik, namanya Bellatina, cewek,” ujarnya.

Selain itu, Venna juga menepis tudingan warganet yang mengatakan dirinya hamil.

Venna mengungkapkan bahwa saat ini dirinya memang terlihat lebih gendut.

Dia juga menegaskan bahwa saat ini ia tidak sedang hamil.

“Karena mamah gendut sekarang kan, bukan hamil memang gendut,” ucap Venna.

Sebelumnya, Venna dan Ferry telah membicarakan soal momongan.

Dalam sebuah kesempatan, Venna menanyakan pendapat Ferry jika nanti dikaruniai anak lagi.

“Kalau tiba-tiba punya bayi lagi mau nggak, Bi?” tanya Venna Melinda dikutip TribunStyle.com dari kanal YouTubenya, Minggu, 9 Januari 2022.

“Ya berarti kalau dikasih lagi ya Alhamdulillah,” jawab Ferry Irawan.

Diketahui bahwa usia keduanya sudah tidak muda lagi.

Venna Melinda saat ini menginjak usia 49 tahun, sedangkan Ferry Irawan telah berusia 44 tahun.

Venna Melinda pun tak yakin jika dirinya bisa hamil lagi di usianya yang hampir menginjak kepala 5.

“Itu incredible sih,” tutur Venna.

Senada dengan calon istri, Ferry Irawan juga tak percaya jika pernikahannya nanti akan dikaruniai seorang anak.

“Iya itu mukjizat,” timpal Ferry.

Namun, jika Tuhan mengizinkan Venna Melinda untuk hamil lagi di usia 50 tahun.

Ferry menyebut hal itu adalah mukjizat dari Tuhan.

“Gimana Vi? kalau kita berandai-andai tiba-tiba abi nikah sama Venna terus Venna bisa punya anak di usia 50 gimana?” tanya Venna Melinda.

“Alhamdulillah, itu berarti berkah,” kata Ferry Irawan.

Ferry pun mengaku akan sangat bersyukur jika Venna Melinda hamil lagi jika keduanya telah menikah.

“Kaget nggak?” tanya Venna lagi.

“Nggak kaget, tapi harus disyukuri lah,” pungkas Ferry Irawan.

Simak video selengkapnya: Klik

[Risiko Hamil di Usia Tua

Hamil dan melahirkan seorang anak bisa jadi merupakan mimpi besar bagi kebanyakan wanita.

Menjadi seorang ibu memang bisa memberi cerita dan pengalaman tersendiri bagi wanita.

Namun karena berbagai alasan, seorang wanita bisa saja mengalami sedikit keterlambatan hamil.

Alhasil, kondisi ini bisa membuka peluang wanita tersebut hamil di usia tua.

Hamil di usia tua, yaitu di atas usia 35 tahun cenderung lebih berisiko pada wanita.

Hamil di usia tua bisa memicu terjadinya beberapa gangguan seperti diabetes gestasional dan preeklamsia.

Meski sebagian besar ibu bisa bertahan dan mampu melahirkan bayi yang sehat, memutuskan untuk hamil di usia 35 tahun tentu harus melibatkan banyak pertimbangan, terutama masalah kesehatan.

Nyatanya, hamil di usia tua bisa memperbesar peluang komplikasi pada wanita, terutama saat mendekati waktu persalinan.

Tapi jangan khawatir, masih ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghindari hal tersebut dan membuat seorang ibu bisa melahirkan bayi yang sehat.

Sebelumnya, ibu perlu mengetahui apa risiko hamil pada usia di atas 35 tahun.

Sebab dengan mengenali risiko tersebut, ibu akan lebih waspada dan dapat bekerja sama dengan dokter untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Lantas, apa saja sih risiko yang bisa terjadi pada wanita yang hamil di usia tua?

1. Kesuburan Mulai Menurun

Salah satu hal yang bisa terjadi saat merencanakan kehamilan di usia tua adalah, kamu mungkin akan menunggu sedikit lebih lama.

Sebab, setelah usia 35 tahun, kesuburan wanita cenderung sudah mulai menurun. Hal itu bisa membuat wanita butuh waktu yang relatif lebih lama dalam menanti kehadiran sang buah hati.

Menurunnya tingkat kesuburan pada wanita bisa dipengaruhi beberapa hal, mulai dari penurunan jumlah dan kualitas sel telur yang diproduksi, hingga adanya perubahan hormon yang berakibat pada perubahan ovulasi.

2. Bayi Lahir Tidak Normal

Hamil di usia yang terlalu tua ternyata bisa menyebabkan bayi lahir dalam keadaan yang tidak normal.

Hal itu terjadi karena pembelahan sel telur yang abnormal, disebut nondisjunction.

Kondisi ini menyebabkan anak membawa cacat lahir atau kondisi akibat kelainan kromosom seperti sindrom down.

3. Risiko Keguguran

Risiko kematian janin alias keguguran juga meningkat pada wanita yang hamil di usia terlalu tua.

Pada wanita yang hamil di usia 35-45 tahun, risiko bayi meninggal sebelum usia 4 bulan, bahkan saat masih di dalam kandungan, akan meningkat hingga 20-35 persen. Keguguran seringnya terjadi karena masalah pada kromosom atau genetika janin.

4. Bayi Lahir Prematur dan Berat Badan Rendah

Risiko bayi lahir prematur pun menjadi lebih besar pada wanita yang hamil di usia lebih dari 35 tahun.

Selain itu, bayi yang lahir mungkin juga akan memiliki berat badan yang rendah alias jauh dari berat badan normal.

Kondisi ini akan meningkatkan kemungkinan ibu harus melewati persalinan dengan operasi Caesar. Hal ini juga bisa membuat bayi rentan terhadap masalah kesehatan dalam jangka pendek, maupun jangka panjang.

5. Masalah Kesehatan pada Ibu

Ibu yang hamil di usia terlalu tua juga berisiko mengalami masalah kesehatan. Misalnya diabetes, hipertensi, dan lainnya.

Wanita yang hamil di atas usia 40 tahun juga berisiko mengalami komplikasi seperti plasenta previa dan preeklamsia. (Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)

Download aplikasi Tribunnews untuk update berita terbaru