Video Detik-detik Penangkapan Satgas PDIP Viral Senggol Motor-Pukul Remaja di Medan

Halpian Sembiring Meliala, pria bertato yang gebukin anak kecil akhirnya ditangkap polisi.

Pelaku ditangkap disebuah kafe di kawasan Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, pada Jumat (24/12/2021).

Saat kedatangan polisi, tampak kader PDI Perjuangan tersebut sedang duduk di dalam kafe.

Dirinya yang mengenakan kemeja putih tampak duduk di sudut kafe bersama dengan teman-temannya.

Petugas kepolisian yang masuk langsung menghampiri pelaku, dan mengatakan bahwa mereka dari Polrestabes Medan.

“Saya dari Polrestabes Medan, saya bersama anggota datang ke sini. Ini ada surat perintah, untuk bapak memberi keterangan terkait video viral,” kata salah seorang polisi sambil menyerahkan surat tersebut.

Setelah itu, tampak pelaku langsung membaca isi surat yang diberikan kepadanya.

Tak lama, personel tersebut mengajak pelaku ikut ke Polrestabes Medan.

“Oke, yok bang yok biar kita rilis di Polres,” tuturnya.

Namun, pelaku masih tampak menolak dan terlihat mencoba mengambil handphone.

Terlihat pelaku menelpon seseorang. Tidak lama, pelaku pun akhirnya mau dibawa oleh polisi.

Pelaku langsung mengenakan topi berwarna merah dan berdiri di depan petugas kepada.

Setelah itu, ia pun langsung di bawa ke Polrestabes Medan, untuk pemeriksaan.

Diberitakan sebelumnya, viralnya video penganiayaan yang dilakukan oleh seseorang kepada korban terjadi pada tanggal 16 Desember 2021 sekitar pukul 18.00 WIB.

Terjadi di salah satu minimarket di Jalan pintu Air 4, kelurahan Kuala Bekala, kecamatan Medan Johor.

Saat itu anak korban sedang berbelanja di salah satu minimarket, kemudian melihat kendaraanya sempat tersenggol oleh mobil tersangka.

Kemudian anak korban meminta tersangka untuk meminggirkan mobilnya, namun yang diterima oleh korban adalah penganiaya oleh tersangka.

“Keterangan awal yang disampaikan tersangka motifnya karena sakit hati,” bebernya.

Lanjut Riko, kasus ini telah dilaporkan pihak keluarga korban satu hari setelah kejadian.

“Jadi setelah kejadian, besoknya keluarga korban membuat laporan. Nah sementara itu saat dilakukan penyelidikan dari plat nomor mobil pelaku tidak terdaftar di Samsat, sehingga menyulitkan untuk mengungkapkan identitas,” katanya.

Namun berkat kerja keras Tim, lanjut Riko, pihaknya berhasil mengungkap identitas pelaku.

“Karena dari data Samsat tidak ada, maka petugas kami mendalami penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku di salah satu cafe di kawasan Medan Johor kemarin,” ungkapnya saat pimpin pengungkapan kasus penganiyaan, Sabtu (25/12/2021).

Untuk surat-surat kendaraan, lanjutnya, tadi sudah disampaikan, pihaknya belum menemukan datanya di Samsat.

“Namun ada beberapa kemungkinan bisa jadi sistemnya eror, tidak terinput dan lain-lain. Tapi yang pasti kita menelusuri tersangka ini bukan dari plat nomor, karena dari plat nomor Kuta tidak menemukan tersangka,” sebutnya.

Saat disinggung kenapa tidak dipakaikan baju tahanan, Kapolrestabes Medan mengatakan bahwa yang bersangkutan diamankan belum 1×24 jam.

“Sampai sekarang belum ditahan, baru ditangkap, masih statusnya penangkapan. Karena banyak yang nelpon untuk minta segera diekspos, harusnya kan tunggu 1×24 jam setelah kita tangkap,” ucapnya.

Sementara itu, HSM yang dihadirkan saat paparan pengungkapan kasus di Mapolrestabes Medan, berkata bahwa dirinya terpancing emosi saat mendengar ucapan korban.

“Waktu itu saya menyenggol sepeda motor, lalu saya keluar, korban bilang, kau pinggirkan mobilmu. Lalu saya datangi beliau. Saya bilang dek sopan dikit, saya ini orangtua. Anak saya lebih tua dari mu. Lalu si korban bilang, mobilmu geser. Saya mohon maaf khilaf,” ujarnya, Sabtu (25/12/2021).

Menimpali ucapan pelaku, Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko mengatakan, jadi menurut pelaku karena korban mengucap kata-kata kau.

“Jadi menurutnya kata-kata kau itu tidak sopan,” bebernya.

Sementara itu, ibu korban yang turut dihadiri, Ina, mengatakan bahwa ia tidak terima pengakuan pelaku.

Karena menurutnya anaknya dibesarkan dengan ilmu agama yang kuat hingga tidak mungkin anaknya berucap seperti itu.

“Anak saya, saya besarkan dengan pendidikan agama. Kasih sayang. Tidak mungkin dia berucap seperti itu. Saya tidak terima. Saya mau pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku,” katanya dengan nada berang.

Dari amatan Tribun Medan, polisi juga menghadirkan barang bukti berupa Toyota Prado namun di pelatnya terdapat lambang RI dan burung Garuda.

Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal 80 ayat 1 Jo 76 C UU RI dengan hukuman paling singkat 3,5 tahun dan denda uang sebanyak 72 juta.