GOKIL! Budi Daya Alpukat Seberat 2 Kg, Hasil Panennya Bisa untuk Naik Haji dan Beli Mobil

Inilah Muhammad Iskandar, seorang pembudidaya alpukat Markus Aligator. Iskandar merupakan warga Desa Pojok, Kecamatan Garum, Blitar, Jawa Timur. Dinamakan Markus Aligator, karena alpukat itu hasil stekkan sendiri, yaitu bibit dari Thailand dengan alpukat lokal (Blitar). \”Bibitnya pemberian teman ayah, yang pulang dari Thailand. Kemudian saya stek sendiri dengan alpukat lokal. Hasilnya, mengejutkan seperti ini,\” ujar Iskandar, warga Desa Pojok, Kecamatan Garum, Blitar, ditemui di kebunnya, yang dilansir dari Kompas.com, Senin (16/3/2020).

Jika dibandingkan dengan alpukat lokal, ukuran alpukat Aligator jauh berbeda. Bisa sampai tiga kali lebih besar, karena rata-rata beratnya 2,2 kg per buah. Malah, orang-orang menyebutnya alpukat raksasa karena besarnya sama dengan kepala bayi. Pria berusia 34 tahun ini punya 60 pohon, yang sudah berbuah berkali-kali dan buahnya sudah dijual. Iskandar mengatakan, panen perdana alpukat baru terjadi tahun 2019.

Dari hasil panen itu ia bisa membeli lahan untuk memperluas lahan alpukatnya. Tak hanya itu, yang membanggakannya, dirinya bisa mendaftar haji bersama istrinya dan beli mobil Honda Jazz. Iskandar mengatakan, alpukatnya itu banyak yang menyukai. Selain buahnya besar, pohonnya tak tinggi, tapi berbuah lebat sehingga batangnya banyak. Karena bentuknya yang jauh lebih besar dibanding alpukat lokal, maka harganya pasti berbeda.

Harga alpukat aligator Rp30.000 per 1 kg. Bayangkan, dengan harga segitu, maka setiap pohonnya bakal menghasilkan uang Rp 6 juta. Sebab, setiap pohon atau sekali panen rata-rata berbuah sebanyak 100 biji. Itu dengan estimasi rata-rata per biji seberat 2 kg. \”Tak ada biaya perawatan khusus. Kalau sudah besar, ya hanya disiram saja.

Dan, sesekali dikasih pupuk kandang,\” paparnya. Soal harga bibitnya, Iskandar mengaku tak mahal karena rata-rata cuma Rp 50.000, dengan tinggi 80 cm.